Kalimat syahadat “Laa ilaaha illallah” apabila kita ucapkan sengan jujur dan ikhlas serta diamalkan konsekwensinya secara lahir dan batin akan mendatangkan pengaruh/hasil yang sangat bagus bagi Individu maupun masyarakat. Diantara pengaruh tersebut adalah:

1. Terwujudnya persatuan yang akan menghasilkan sesuatu kekuatan bagi kaum muslimin. Disebutkan dalam Al Qur’an,

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Qs. Ali Imron 3:103)

2. Datangnya pertolongan dari Allah kepada kaum muslimin kerena bersatu diatas agama yang benar, sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam firmanNya

“Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.“(Qs. Ar Ruum 30:47)

Perbedaan dalam perkara aqidah akan menimbulkan perselisihan dan pertentangan serta perpecahan bahkan permusuhan.

“Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).”(Qs. Al Mu’minun 23:53)

Dan tidak ada yang bisa menyatukan manusia kecuali Aqidah yang benar yang merupakan perkara yang ditunjukkan oleh kalimat Tauhid. Jadi kebohongan besar persatuan suatu negeri apabila bisa bersatu berdasarkan hukum yang tidak jelas seperti kapitalisme, komunis, demokrasi dan semua kroni produk thoghut.

3. Terwujudnya keamana dan ketentraman di kalangan masyarakat muwahidun yang beragama dengan ditunjukkan oleh kalimah Laa Ilaaha illallah” Kerena,masing-masing hanya melaksanakan perkara-perkara apa yang dihalalkan oleh Allahdan meninggalkan apa yang diharamkannya. Sehingga mereka meninggalkan sikap kezhaliman dan permusihan dan berganti dengan sikap saling tolong menolong. Menjadi bulat kecintaan kepada Allah .

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”(Qs. Ali Imron 3:103)