Sampailah kita pada sesi terakhir tentang pembahasan “Pengaruh Kalimat Syahadat”. Sebelumnya kita telah menguraikan tiga di judul postingan ana Pengaruh Kalimat Syahadat (1) dari mulai yang pertama sampai ketiga.

4. Tercapailah kepemimpinan dan kekuasaan di muka bumi, serta bersihnya agama dari pemikiran ideologi yang menyimpang seperti saat ini yang terjadi di Malaysia, Indonesia dan berbagai negara dari yang minoritas muslim sampai yang mayoritas muslim. Yang masing bangga dengan ideologi bangsa kera seperti di Indonesia yang bangga dengan Democrazynya yang terkenal korup dan menindas Rakyat. Dengan menjadikan Islam sebagai ideologi dasarnya makan kokohlah negara dalam menerjang berbagai tantangan.

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Qs. An Nuur 24:55)

Dalam ayat di atas Allah mengkaitkan beberapa hal dengan peribadatan hanya kepadaNya dengan apapun, dimana hal itu merupakan konskuwensi dari Laa ilaaha illallah.

5. Yang melaksanakan konskwensi mengucapkan kalimat Tauhid akan mendapatkan ketentraman jiwa dan ketenangan fikiran. Karena hanya satu menyembah satu sesembahan yaitu Allah bukan burung garuda atau raden ndoro juragan sinuwun manusia, sehingga mereka mengetahui apa-apa yang digariskan dan diridhoi kemudian di kerjakan. Juga mengetahui apa yang dilarang dan meninggalkan bahkan menjauhinya. Berbeda orang yang menyembah berbagai sesembahan mulai Allah sampai menyekutukan dengan burung garuda dan hewan yang terhormat lainya, dimana masing-masing sesembahan memiliki keinginan dan larangan yang berbeda-beda.

“Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”(Qs. Az Zumar 29:39)

6. Orang yang memegang teguh kalimat Laa ilaaha illallah akan mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi di dunia maupun di akhirat.

“Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.”(Qs. Al Hajj 22:31)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa tauhidadalah ketinggian dan kemuliaan sedang syirik adalah kerendahan dan kehinaan.

7. Terjaganya darah, harta dan kehormatan. Hal ini berdasar sabda Nabi Muhammad SAW, dari Ibnu Umar R A bahwasanya Rosulullah bersabda:

“Aku perintahkan untuk memerangi manusiasampai mereka bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang haq kecuali Allah, dan Muhammad itu Rosulullah, menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukan itu semua, berarti mereka telah melindungi dariku harta dan darah mereka kecuali dengan hak Islam dan Hisabmereka di tangan Allah Ta’la” (H.R Bukhari dan Muslim)

Demikian sebagian hasil yang akan didapat oleh orang-orang memiliki , memegang teguh, kalimat syahadat. Semoga hal ini bisa mendorong kita untuk memperbaiki dan menjada Syahadat kiya. Wuallahu a’lam..